Pada bulan Februari yang lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI meluncurkan program Kampus Mengajar, untuk membantu proses belajar siswa di Sekolah Dasar yang terhambat selama pandemi Covid-19. Program ini menurut Mendikbud akan menjadi sarana perguruan tinggi dalam melakukan perubahan agar mahasiswa bisa melaksanakan hak belajar di luar kampus. Perguruan Tinggi bisa merevisi kurikulum agar mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan kampus merdeka dan tetap lulus tepat waktu.

Berdasarkan laman Kampus Merdeka, sebanyak lebih dari 36.000 mahasiswa mendaftarkan diri mengikuti program ini. Untuk Angkatan 1 Tahun 2021 kali ini sebanyak 15.000 mahasiswa yang lulus setelah melalui tahapan dan seleksi yang sangat ketat.

Adalah Elfi Yanti Pangku, mahasiswa FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2018 berhasil lulus sebagai satu-satunya peserta yang berhasil mengharumkan nama baik FKIP Unsimar diajang nasional ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Elfi akan bertugas di SD Negeri Undoro mulai 22 Maret sampai dengan 25 Juni 2021. Diketahui bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan disetarakan dengan 12 SKS untuk mengajar 6 jam sehari.

Ditemui diruang kerjanya, Dekan FKIP Dr. Eliaumra, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang berhasil diraih ini. "Ini menunjukkan bahwa FKIP Unsimar juga bisa bersaing di tingkat nasional. Semoga ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lain", tuturnya.

Program Kampus Mengajar ini adalah bagian dari Program Kampus Merdeka yang mengajak mahasiswa di Indonesia untuk menjadi guru dan mengajar siswa-siswa Sekolah Dasar diwilayah 3T yakni terdepan, tertinggal dan terluar. Mahasiswa peserta program ini akan memperoleh beasiswa dari LPDP selama program berlangsung. Saat ini para peserta program kampus mengajar tengah melakukan pembekalan yang dilaksanakan mulai 15 Maret sampai 21 Maret mendatang. Materi yang akan di sampaikan diantaranya adalah pendagogi sekolah dasar, pembelajaran literasi dan numerasi, etika dan komunikasi, konsep pembelajaran jarak jauh, aplikasi asasemen dalam pembelajaran, profil pelajar pancasila, dan matakuliah lainnya.

"Semoga ditahun-tahun mendatang semakin banyak lagi mahasiswa yang lulus seleksi mengikuti program ini sehingga semakin menunjukkan kualitas dan peran FKIP Unsimar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah," kata Dr. Eliaumra mengakhiri wawancara dengan tim website Unsimar.(Gs)